HOTEL-hotel di destinasi wisata biasanya menawarkan harga yang lebih mahal daripada wilayah lainnya. Di manakah tarif hotel termahal di dunia?
Menurut studi
Deluxe Holiday Homes Januari 2026 tentang biaya ruang hotel, Venesia adalah kota termahal berdasarkan harga sebenarnya yang dibayarkan. Dilansir The Star, tarif hotel di Venesia, Italia, rata-rata $16,17 atau sekitar Rp 271.000 per meter persegi. Para pelancong yang menginap di Venesia mendapatkan kamar terkecil dalam penelitian ini, hanya seluas 12 meter persegi. Mereka membayar $194 atau Rp 3,3 juta per malam untuk ruangan tersebut.
Kombinasi kamar kecil dan harga tinggi ini menjadikan Venesia sebagai kota termahal untuk akomodasi hotel di antara semua kota wisata tersibuk di dunia menurut studi itu.
Pilihan Editor: Mengapa Kian Banyak Wisatawan Memilih Vila ketimbang Hotel
Kota dengan kamar hotel termahal kedua per meter persegi adalah Paris, Prancis. Hotel-hotel di kota romantis itu menawarkan harga US$11,28 atau Rp 189.000 per meter persegi. Meskipun sedikit lebih murah daripada Venesia, kamar hotel di Paris lebih besar, rata-rata 16 meter persegi dan harganya US$180,50 atau Rp 3 juta per malam.
Di urutan ketiga ada London, Inggris, dengan harga US$11,25 atau Rp 189.000 per meter persegi. Rata-rata kamar di London berukuran 16 meter persegi dan tarif per malamnya adalah US$180 (RM715,59), tak jauh beda dari Paris.
Sementara, Bali berada di urutan ke-27, lebih mahal daripada Taipei, Taiwan, serta Tokyo dan Osaka di Jepang.
Kamar Paling Besar di New York
Hotel-hotel di New York memang terkenal paling mahal. Menghabiskan satu malam di hotel di New York berkisar $250,50 atau sekitar Rp 4,2 juta per malam. Tapi, hotel-hotel di kota itu menawarkan ukuran kamar terbesar dibandingkan kota lain dalam studi ini.
Jika diukur berdasarkan luas hotel, Dublin menjadi pilihan terbaik dari segi nilai uang. Ibu kota Irlandia itu menawarkan kamar terbesar dalam studi ini dengan luas 23,25 meter persegi.
Pilihan Editor: Cara Mendapatkan Kamar Hotel di Musim Puncak Liburan
Penelitian ini dilakukan di kota-kota yang paling banyak dikunjungi di dunia dan menghitung berapa banyak yang sebenarnya dibayar wisatawan untuk setiap meter persegi ruang hotel. Mereka mengambil harga kamar hotel rata-rata di setiap kota dan membaginya dengan ukuran kamar rata-rata untuk menentukan biaya per meter persegi.
Perhitungan ini menetapkan metrik harga per meter persegi, menciptakan perbandingan nilai yang terstandarisasi di berbagai pasar, terlepas dari mata uang lokal atau total harga per malam.
Seorang juru bicara dari Deluxe Holiday Homes mengatakan, kamar kecil tidak selalu merupakan pilihan yang buruk, tetapi Venesia adalah contoh sempurna dari apa yang terjadi ketika ruang terbatas dan permintaan sangat besar. "Di kota-kota terkenal yang penuh dengan bangunan tua, Anda sering kali harus bersaing dengan jutaan orang lain untuk mendapatkan sepetak kecil kota, sehingga Anda akhirnya membayar harga premium tidak peduli seberapa kecil kamar sebenarnya," kata dia dalam sebuah pernyataan pers.



