INFO TEMPO - Pasangan bulu tangkis Raymond Indra/Nikolaus Joaquin berhasil meraih posisi runner-up ganda putra pada ajang Indonesia Masters 2026 yang digelar
di Istora Senayan, Jakarta, pada 20–26 Januari 2026. Prestasi tersebut melengkapi catatan gemilang hasil pembinaan atlet muda Indonesia yang mendapat dukungan penuh dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menilai pencapaian Raymond/Joaquin tidak terlepas dari ekosistem pembinaan atlet yang terbangun secara berkelanjutan, mulai dari pembinaan usia dini, kompetisi berjenjang, hingga dukungan berbagai pihak dalam menciptakan ruang tumbuh bagi atlet muda nasional.
“Capaian ini menjadi modal penting bagi atlet muda untuk terus meningkatkan kualitas permainan dan kesiapan bersaing di level dunia,” kata Okki dalam keterangan tertulis, Ahad, 25 Januari 2026.
Dukungan BNI turut hadir dalam momen bersejarah bagi pasangan Raymond/Joaquin yang menjalani debut pertama mereka di Indonesia Masters 2026. Meski berstatus debutan, keduanya mampu tampil kompetitif dan langsung menorehkan prestasi membanggakan di turnamen kelas dunia yang digelar di tanah air.
Nikolaus Joaquin, yang akrab disapa Joaquin, lahir di Jakarta pada 14 September 2005 dan kini berusia 20 tahun. Ia mulai menekuni bulu tangkis sejak usia enam tahun dengan mengidolakan Fajar Alfian sebagai inspirasi. Joaquin resmi bergabung dengan Pelatnas PBSI pada 2025 setelah sebelumnya berpasangan dengan sejumlah pemain, antara lain Muhammad Al Farizi hingga Verrel Yustin Mulia.
Sementara itu, Raymond Indra lahir di Bandung 21 tahun lalu dan bergabung dengan Pelatnas PBSI pada 2025. Ia dikenal sebagai pemain bertalenta dengan kontrol permainan yang stabil serta pertahanan yang rapat. Karier bulu tangkisnya berawal dari klub lokal sejak usia sekolah dasar sebelum menembus level nasional dan tampil di berbagai turnamen internasional.
Sejak dipasangkan, Raymond/Joaquin menunjukkan perkembangan yang signifikan. Selain mempertahankan gelar juara BWF Indonesia Masters Super 100 tahun 2025, pasangan ini juga mencatatkan prestasi sebagai runner-up Korea Masters 2025 serta juara Australia Open 2025. Keduanya dikenal memiliki pertahanan solid yang kerap menyulitkan lawan dalam mengembangkan pola serangan.
Kombinasi performa tersebut membuat Raymond/Joaquin mulai dijuluki sebagai penerus pasangan legendaris Kevin Sanjaya/Marcus Gideon. Selain pernah ditangani pelatih yang sama, Chafidz Yusuf, keduanya juga memiliki karakter permainan agresif dan cepat yang menjadi ciri khas ganda putra kelas dunia Indonesia.
Okki menambahkan, BNI telah menjadi mitra PBSI selama lebih dari lima tahun dan secara konsisten berkontribusi dalam mendukung pembinaan serta regenerasi atlet di berbagai kelompok umur, termasuk penguatan program pelatnas yang menjadi fondasi lahirnya atlet-atlet berprestasi dunia.
“Kami berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi atlet muda lainnya untuk terus berkembang dan membawa nama Indonesia di kancah internasional,” tambah Okki.
Melalui dukungan berkelanjutan tersebut, BNI terus memperkuat komitmennya dalam mengawal lahirnya generasi baru yang siap menjaga Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama bulu tangkis dunia. (*)



