ERLING Haaland menjaga asa Manchester City dalam perburuan gelar Liga Inggris setelah mencetak gol kemenangan melalui penalti ke gawang Liverpool. Man City menang 2-1
di Anfield, Minggu, 8 Februari 2026. Kemenangan dramatis itu bukan hanya soal tambahan tiga poin, melainkan juga sinyal bahwa City belum menyerah dalam perburuan gelar musim ini.
Liverpool sempat berada di jalur kemenangan ketika Dominik Szoboszlai mencetak gol pembuka lewat tendangan bebas pada menit ke-74. Gol itu terlihat cukup untuk membawa tuan rumah meraih kemenangan sekaligus memperkuat peluang mereka finis di empat besar. Namun, momentum pertandingan berubah drastis pada fase akhir laga.
Haaland menjadi aktor utama kebangkitan City. Ia memulai proses gol penyeimbang dengan menciptakan peluang bagi Bernardo Silva sebelum akhirnya memastikan kemenangan lewat penalti pada masa injury time. Gol itu memastikan City membawa pulang tiga poin dari salah satu stadion tersulit di Inggris.
City sebenarnya sempat mencetak gol ketiga pada detik-detik akhir ketika Rayan Cherki menembak ke gawang kosong. Namun gol itu dianulir setelah intervensi VAR. Dalam prosesnya, Szoboszlai justru mendapat kartu merah karena dianggap menggagalkan peluang mencetak gol ketika menarik Haaland yang sedang mengejar bola.
Hasil ini membuat City memangkas jarak menjadi enam poin dari Arsenal di puncak klasemen. Sementara Liverpool tetap berada di luar zona Liga Champions.
Dalam ulasan ESPN, kemenangan ini memperlihatkan karakter khas City era Pep Guardiola. Bahkan ketika tampil tidak dominan di Anfield, mereka tetap mampu menemukan cara untuk menang. Ketika Szoboszlai mencetak gol pembuka, peluang City dalam perburuan gelar sempat terlihat tertutup. Jika Liverpool menang, jarak dengan Arsenal bisa melebar menjadi sembilan poin.
Kondisi ini juga berpotensi memberi tekanan psikologis kepada Arsenal. Musababnya, The Gunners masih harus bertandang ke Etihad sebelum akhir musim. Selama mereka belum benar-benar menjauh dari City, bayang-bayang dua musim sebelumnya, ketika mereka disalip City di fase akhir musim, akan terus menghantui.
City musim ini mungkin bukan versi terbaik seperti beberapa tahun terakhir. Namun selama mereka memiliki ancaman gol dari Haaland dan kreativitas pemain dari Silva, City tetap kandidat juara serius. Pengalaman juara mereka bisa menjadi faktor penentu dalam perburuan gelar.
Bagi Liverpool, kekalahan ini menjadi buah inkonsistensi mereka musim ini. Kemenangan City di Anfield juga tergolong langka. Kemenangan terakhir mereka di stadion itu sebelumnya terjadi pada 2003. Sedangkan bagi pelatih Liverpool, Arne Slot, hasil ini menambah tekanan dalam musim yang semakin sulit.
Penalti Haaland pada menit ke-93 menjadi gol keenam yang membuat Liverpool kebobolan di atas menit ke-90 di Liga Inggris musim ini. Menariknya, semua gol tersebut terjadi dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan tipis atau hasil imbang. Jika pada awal musim Liverpool sering mencetak gol telat untuk menang, kini mereka justru sering runtuh pada detik-detik akhir. Dengan selisih lima poin dari Manchester United di posisi keempat, kebiasaan ini harus segera dihentikan jika Liverpool masih ingin lolos ke Liga Champions.
Haaland Masih Berbahaya
Haaland sendiri kembali menunjukkan statusnya sebagai salah satu penyerang paling berbahaya di dunia. Sepanjang pertandingan, ia sebenarnya relatif minim kontribusi dan hanya mencetak satu gol dalam tujuh laga liga sebelumnya. Namun pemain Norwegia itu memiliki kemampuan menentukan pertandingan besar hanya dalam satu momen.
Ia baru benar-benar berpengaruh pada menit ke-84 ketika sundulannya mengarah ke Silva untuk mencetak gol penyama. Tujuh menit kemudian, ia mencetak gol penalti setelah kiper Alisson melanggar Nico O’Reilly. Penalti tersebut memiliki tekanan besar karena berdampak terhadap perburuan gelar, tetapi Haaland mengeksekusinya dengan tenang.
Performa Salah dan Alisson Menurun
Di sisi lain, penurunan performa Mohamed Salah dan Alisson menjadi simbol fase transisi Liverpool. Selama satu dekade terakhir, keduanya menjadi fondasi kesuksesan klub. Namun dalam laga ini, tanda-tanda penurunan mulai terlihat.
Rekor Salah melawan City sebenarnya luar biasa. Sebelum laga ini, ia terlibat langsung dalam 15 dari 20 gol terakhir Liverpool melawan tim Guardiola di Liga Inggris. Meski sempat hampir mencatat assist untuk Hugo Ekitike di babak kedua, performanya Salah tidak lagi seimpresif sebelumnya.
Hal serupa terjadi pada Alisson. Keputusan menjatuhkan pemain City di kotak penalti menjadi kesalahan. Kartu merah Szoboszlai semakin memperparah kekalahan Liverpool. Ironisnya, pemain terbaik Liverpool musim ini sekaligus pencetak gol pembuka justru harus meninggalkan lapangan sebelum laga usai.
Tendangan bebasnya ke gawang Gianluigi Donnarumma menjadi salah satu gol terbaik musim ini. Ia kini sudah mencetak empat gol langsung dari tendangan bebas di semua kompetisi dan menjadi yang terbanyak di antara pemain Liverpool dalam satu musim sejak Luis Suarez mencetak lima pada 2012-2013.
Namun di injury time, ketika Alisson berada di luar gawang, Szoboszlai melakukan pelanggaran dengan menarik Haaland. Setelah tinjauan VAR, ia mendapat kartu merah. Akibatnya, ia akan absen pada laga tandang sulit melawan Sunderland di tengah pekan.
Marc Guehi Perlihatkan Kelemahan Liverpool
Satu sorotan lain datang dari bek Marc Guehi. Bek yang hampir direkrut Liverpool itu justru tampil solid untuk City. Transfer yang dilakukan City dinilai sebagai langkah cerdas sekaligus mencegah Liverpool memperkuat lini belakang mereka.
Meski mendapat cemoohan dari suporter tuan rumah, Guehi tampil stabil sepanjang pertandingan. Ia hanya mendapat kartu kuning karena menarik jersey Salah dan selebihnya tampil sangat kokoh.
Pilihan Editor: Dampak Gelombang Hijrah Pemain Naturalisasi ke Super League



