Suara.com - Saat menghadapi banjir, pengemudi sering kali ragu menentukan apakah genangan air masih aman dilintasi atau tidak. Masalahnya, banyak patokan yang disebutkan justru sulit dilihat tanpa turun
dari mobil. Situasi ini tentu membingungkan, apalagi jika antrean kendaraan di belakang sudah mengular.
Padahal, ada beberapa cara praktis untuk memperkirakan batas aman ketinggian air hanya dari balik kemudi.
Metode ini mengandalkan referensi visual yang memang bisa terlihat dari posisi duduk pengemudi, sehingga keputusan bisa diambil dengan cepat dan aman.
Baca Juga : Pramono Anung Siap Berlakukan PJJ bagi Siswa jika Jakarta Banjir di Hari Sekolah
Disadur dari Daihatsu, berikut adalah trik membaca situasi banjir agar mobil Anda selamat.
1. Manfaatkan Spion Samping
Patokan pertama adalah pantulan air pada bodi pintu yang terlihat dari spion samping. Perhatikan garis airnya. Jika garis air sudah sejajar atau melewati garis karet pintu bagian bawah, itu menandakan genangan sudah terlalu tinggi dan berisiko masuk ke kabin. Ini adalah tanda merah untuk berhenti.
Baca Juga : KAI Daop 1 Jakarta Kembalikan Dana Penumpang hingga Rp1,2 Miliar Imbas Banjir Pekalongan
2. Jadikan Mobil Lain Sebagai Referensi
Pengemudi juga bisa memperhatikan pantulan air pada pintu mobil kendaraan lain yang berada di samping atau depan. Dengan membandingkan posisi air terhadap gagang pintu atau garis bodi mobil lain, pengemudi mendapat gambaran ketinggian air secara relatif.
Cara berikutnya adalah melihat jarak antara gelombang air dan kaca depan saat mobil lain melintas perlahan. Bila cipratan air mulai mengenai kap mesin dan naik mendekati lampu utama, artinya tinggi air sudah mendekati batas aman bumper.
Baca Juga : Daftar Perjalanan Kereta Api Batal Hari Ini, Cek Cara Refund Tiket 100 Persen
3. Dengarkan Suara Sekitar
Perhatikan pula perubahan suara mesin dan knalpot dari kendaraan lain di sekitar. Mobil yang mulai tersendat, mati mendadak, atau mengeluarkan suara tidak normal biasanya menandakan air sudah masuk ke area berisiko. Jika Anda mendengar ini, sebaiknya jangan memaksakan diri.
4. Trik Tambahan: Cahaya dan Posisi Duduk
Baca Juga : Dilaporkan Hilang, Seorang Warga Karawang Ditemukan Tewas di Tengah Banjir
Pengemudi juga bisa memanfaatkan lampu kabut atau refleksi lampu depan saat kondisi cahaya minim. Pantulan cahaya pada permukaan air bisa membantu memperkirakan kedalaman genangan tanpa harus membuka pintu.
Selain itu, posisi duduk pengemudi bisa sedikit dinaikkan dengan mengatur tinggi jok. Sudut pandang yang lebih tinggi membuat pengemudi lebih mudah membaca pergerakan air di sekitar roda dan bumper depan.
Namun, ingatlah prinsip utamanya. Jika referensi visual mulai sulit dibaca atau air tampak bergerak deras, keputusan paling bijak adalah tidak melanjutkan perjalanan. Menghindari banjir sering kali jauh lebih aman dibanding memaksakan diri dengan risiko kerusakan mesin yang fatal.
Baca Juga : Alarm Banjir Jawa: Prabowo Perintahkan Aksi Cepat, Zona Merah Disisir



