Suara.com - Bagi pengguna mobil transmisi manual, kopling adalah "nyawa" saat menghadapi kemacetan atau medan menanjak. Namun, seringkali kita abai terhadap kondisi komponen yang satu ini. Tahu-tahu, mobil mogok
di tengah jalan atau tidak kuat menanjak saat liburan.
Kampas kopling (clutch disc) adalah komponen fast moving yang pasti akan habis seiring pemakaian.
Masalahnya, banyak pengemudi yang tidak peka terhadap perubahan rasa berkendara. Padahal, mobil memberikan "kode" jelas jika kampas kopling mulai menyerah.
Baca Juga : China Larang Penggunaan Handle Pintu Elektronik Mulai 2027, Dampak Faktor Keselamatan
Mengutip dari laman Auto2000, jangan tunggu sampai mobil benar-benar tidak bisa bergerak.
Berikut adalah 5 ciri kampas kopling mobil kamu sudah di ambang batas pemakaian:
1. Pedal Kopling Terasa "Tinggi"
Baca Juga : Penjualan Mobil Listrik Resmi Geser Dominasi Mobil Bensin
Coba perhatikan injakan kaki kirimu. Jika kamu harus mengangkat kaki lebih tinggi dari biasanya agar mobil mulai bergerak (titik gigit kopling naik), ini adalah indikator paling awal.
Pada kondisi normal, mobil akan bergerak meski pedal baru diangkat sedikit. Jika pedal kopling harus diangkat hampir mentok baru mobil berjalan, artinya kampas sudah sangat tipis.
2. Mesin Meraung tapi Lari "Siput" (Selip Kopling)
Baca Juga : Patahnya Komponen Kaki-kaki Mobil Lepas L8 Fatal, Bukti Kegagalan Quality Control
Pernahkah kamu menginjak gas dalam-dalam, jarum RPM (putaran mesin) melonjak tinggi dan suara mesin meraung kencang, tapi kecepatan mobil tidak bertambah signifikan?
Kondisi ini disebut clutch slippage. Tenaga dari mesin tidak tersalurkan sempurna ke roda karena kampas yang sudah licin dan aus.
Ini bukan hanya bikin boros bensin, tapi juga berbahaya saat kamu butuh tenaga instan untuk menyalip.
Baca Juga : Adu Wuling Air EV vs BYD Atto 1, Mobil Listrik Mana yang Paling Cocok Buat Antar Anak Sekolah?
3. Muncul Bau Hangus di Kabin
Jika tercium bau seperti karet atau logam terbakar saat kamu berkendara—terutama saat macet di tanjakan atau jalanan padat—waspadalah.
Bau gosong ini muncul akibat gesekan panas yang berlebihan antara flywheel dan plat kopling yang sudah aus. Jika bau ini muncul, artinya kondisi kopling sudah dalam tahap kritis.
Baca Juga : 5 Mobil Bekas Sedan di Bawah Rp50 Juta, Mesin Bandel dan Aman untuk Mudik Jarak Jauh
4. Susah Oper Gigi
Tanda lain yang bikin emosi adalah persneling yang keras atau susah masuk, padahal pedal kopling sudah diinjak full.
Kampas yang habis membuat mekanisme pemutusan tenaga tidak berjalan mulus, sehingga gigi transmisi terasa "nyangkut" atau kasar saat dipindahkan.
Baca Juga : China Larang Penggunaan Handle Pintu Elektronik Mulai 2027, Dampak Faktor Keselamatan
5. Getaran dan Hilang Tenaga di Tanjakan
Ini adalah mimpi buruk pengemudi. Saat menghadapi tanjakan, mobil terasa bergetar hebat atau bahkan diam di tempat meski mesin hidup.
Ketidakmampuan kopling menahan beban membuat mobil kehilangan daya dorong (traksi). Jika ini terjadi, jangan dipaksa.
Baca Juga : Penjualan Mobil Listrik Resmi Geser Dominasi Mobil Bensin
Memaksa mobil dengan kampas habis di tanjakan bisa merusak komponen lain seperti flywheel atau cover clutch yang harganya jauh lebih mahal.
Merawat mobil manual sebenarnya sederhana: peka terhadap perubahan rasa berkendara.
Jika satu dari lima tanda di atas sudah kamu rasakan, segera bawa mobil ke bengkel resmi atau langganan.
Baca Juga : Patahnya Komponen Kaki-kaki Mobil Lepas L8 Fatal, Bukti Kegagalan Quality Control
Mengganti kampas kopling memang membutuhkan biaya, namun jauh lebih hemat dibandingkan harus turun mesin atau menderek mobil yang mogok di luar kota. Selamat berkendara aman!
