SuaraJogja.id - Mobil listrik di Indonesia perlahan masuk ke fase baru. Jika sebelumnya kendaraan listrik selalu identik dengan harga mahal dan segmen premium, kini pasar mulai mengenal mobil listrik 200
jutaan sebagai alternatif yang lebih realistis.
Memang tidak semua model benar-benar berada tepat di angka Rp200 juta, tetapi jaraknya semakin dekat berkat insentif pajak, promo dealer, serta strategi produksi dan perakitan lokal.
Perubahan ini membuat mobil listrik tidak lagi terasa eksklusif. Konsumen perkotaan, keluarga muda, hingga pelaku usaha kecil mulai mempertimbangkannya sebagai kendaraan utama, bukan sekadar kendaraan kedua.
Baca Juga : Jangan Salah Pilih! 7 Mobil Bekas Ini Terkenal Susah Dijual Lagi, Ada Incaranmu?
Selain biaya operasional yang lebih rendah, kemudahan perawatan dan efisiensi energi menjadi alasan utama. Berikut daftar 7 mobil listrik yang harganya berada di atau mendekati Rp200 jutaan dan paling sering dibicarakan di pasar Indonesia.
1. Wuling Air EV
Wuling Air EV masih menjadi simbol awal mobil listrik terjangkau di Indonesia. Varian terendahnya dipasarkan mulai di bawah Rp200 juta, sementara varian di atasnya berada di kisaran 200 jutaan.
Baca Juga : 8 Rekomendasi Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta yang Irit dan Minim Penyakit
Dengan desain mungil, radius putar kecil, dan konsumsi energi yang efisien, Air EV sangat cocok untuk mobilitas harian di kota besar. Kemudahan pengisian daya di rumah juga menjadi nilai tambah. Tak heran jika model ini sering disebut sebagai “gerbang pertama” bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik.
2. DFSK Seres E1
Seres E1 termasuk salah satu mobil listrik termurah yang dipasarkan resmi di Indonesia. Harganya berada di kisaran Rp190–210 jutaan, tergantung varian dan promo yang ditawarkan.
Baca Juga : 5 Mobil Bekas 7-Seater, Harga di Bawah Rp80 Juta, Cocok untuk Keluarga Muda
Mobil ini menyasar konsumen urban yang membutuhkan kendaraan kompak, praktis, dan mudah dikendarai. Fokus Seres E1 memang untuk penggunaan jarak dekat dan aktivitas harian, sehingga cocok bagi pekerja kantoran atau keluarga kecil di perkotaan.
3. Wuling Binguo EV
Wuling Binguo EV hadir dengan pendekatan berbeda dibanding Air EV. Dimensinya lebih besar, tampilannya lebih menyerupai mobil konvensional, dan kabinnya lebih ramah untuk penggunaan keluarga.
Baca Juga : 4 Mobil Bekas Murah dan Irit, Lincah di Tengah Padatnya Kota Yogyakarta
Harga resminya memang sedikit di atas Rp200 jutaan, namun masih sangat dekat dengan segmen ini. Binguo EV banyak dilirik konsumen yang ingin mobil listrik sebagai kendaraan utama, bukan sekadar city car pendamping.
4. Neta V
Neta V menawarkan bentuk SUV kompak yang terlihat lebih gagah dibanding mobil listrik entry-level lainnya. Posisi duduk lebih tinggi dan desain bodi yang tegas menjadi daya tarik utamanya.
Baca Juga : 11 Mobil Bekas di Bawah Rp70 Juta yang Nyaman untuk Diajak Libur Panjang Bareng Keluarga
Walau harga normalnya mendekati Rp300 juta, berbagai insentif dan program penjualan membuat Neta V sering masuk pembahasan mobil listrik 200 jutaan. Bagi konsumen yang menginginkan tampilan SUV dengan efisiensi listrik, model ini cukup rasional untuk dipertimbangkan.
5. VinFast VF 3
VinFast VF 3 mulai mencuri perhatian sebagai mobil listrik mungil dengan pendekatan global. Harga yang diproyeksikan berada di kisaran Rp200 jutaan membuat model ini banyak ditunggu oleh pasar Indonesia.
Baca Juga : Jangan Salah Pilih! 7 Mobil Bekas Ini Terkenal Susah Dijual Lagi, Ada Incaranmu?
Dengan desain sederhana dan fokus pada efisiensi, VF 3 diposisikan sebagai kendaraan listrik massal untuk penggunaan sehari-hari, terutama di kawasan urban dengan mobilitas padat.
6. BYD Atto 1
BYD Atto 1 disebut-sebut sebagai calon mobil listrik murah dari pabrikan besar asal Tiongkok. Beberapa sumber otomotif menyebut harga awalnya berada di kisaran Rp190 jutaan.
Baca Juga : 8 Rekomendasi Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta yang Irit dan Minim Penyakit
Jika benar terealisasi, Atto 1 berpotensi memperketat persaingan di segmen mobil listrik terjangkau. Reputasi BYD sebagai pemain global di industri kendaraan listrik membuat model ini cukup dinantikan.
7. DFSK Gelora E
Berbeda dari model lain dalam daftar ini, DFSK Gelora E menyasar segmen komersial. Mobil listrik ini banyak digunakan pelaku usaha untuk kebutuhan logistik dan operasional harian.
Baca Juga : 5 Mobil Bekas 7-Seater, Harga di Bawah Rp80 Juta, Cocok untuk Keluarga Muda
Harga yang berada di kisaran 200 jutaan membuatnya relevan bagi bisnis yang ingin menekan biaya bahan bakar dan perawatan dalam jangka panjang, terutama untuk penggunaan intensif.
Kenapa Segmen Ini Mulai Ramai?
Ada tiga alasan utama. Pertama, insentif pemerintah yang memangkas harga jual. Kedua, biaya operasional yang jauh lebih rendah dibanding mobil bensin. Ketiga, perubahan kebutuhan mobilitas, terutama di perkotaan yang menuntut kendaraan ringkas dan efisien.
Baca Juga : 4 Mobil Bekas Murah dan Irit, Lincah di Tengah Padatnya Kota Yogyakarta
Mobil listrik 200 jutaan kini tidak lagi dipandang sebagai eksperimen, melainkan solusi realistis untuk efisiensi jangka panjang.
Meski pilihannya belum banyak, mobil listrik di kisaran Rp200 jutaan kini bukan sekadar wacana. Dari city car hingga kendaraan niaga, segmen ini terus berkembang dan diprediksi semakin kompetitif dalam waktu dekat. Tantangannya tinggal satu, siapa produsen yang paling konsisten menekan harga tanpa mengorbankan kualitas.
Baca Juga : 11 Mobil Bekas di Bawah Rp70 Juta yang Nyaman untuk Diajak Libur Panjang Bareng Keluarga



