Suara.com - Siapa yang tidak kenal dengan Indomie? Mi instan yang sudah mendunia ini adalah salah satu bukti kesuksesan Anthoni Salim (Liem Hong Sien).
Sebagai pemimpin tertinggi Salim Group, ia bukan sekadar
pewaris, melainkan penyelamat sekaligus pengembang kerajaan bisnis yang didirikan oleh ayahnya, mendiang Sudono Salim (Liem Sioe Liong).
Profil Singkat dan Latar Belakang
Baca Juga : Asing Mulai Kabur, Saham BUMI Kebakaran Harganya Udah Jeblok ke Rp 350-an
Anthoni Salim lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 25 Oktober 1949. Ia menempuh pendidikan di North East Surrey College of Technology, Inggris.
Ujian terberatnya datang saat krisis moneter 1998, di mana Salim Group hampir runtuh akibat utang besar. Namun, dengan strategi yang dingin dan tepat, Anthoni berhasil melunasi utang-utang tersebut dan membawa perusahaan kembali ke puncak kejayaan.
First Pacific: Jantung Investasi Global
Baca Juga : Dunia Anna: Peringatan tentang Masa Depan Bumi yang Terlambat
Jika Salim Group adalah nama "panggung" di Indonesia, maka First Pacific Company Limited adalah kendaraan investasi utamanya yang berbasis di Hong Kong.
Melalui First Pacific, Anthoni mengendalikan berbagai perusahaan raksasa di Asia Tenggara, terutama di Indonesia dan Filipina.
Sektor dan Perusahaan di Bawah Naungan Salim Group & First Pacific:
Baca Juga : Hana Tara Hata: Prekuel yang Menghidupkan Kembali Series Bumi
1. Makanan & Produk Konsumen (FMCG):
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF): Induk dari segala bisnis makanan.
- PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP): Produsen Indomie, susu Indomilk, makanan ringan Chitato, hingga bumbu racik.
- PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI): Produsen Sari Roti.
2. Ritel:
- PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET): Induk yang membawahi gerai Indomaret.
- PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST): Pengelola gerai KFC di Indonesia.
3. Perkebunan & Minyak Goreng:
Baca Juga : Penyebab Saham BUMI Terus Turun, Harganya Ambles Berhari-hari
- PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP): Produsen minyak goreng Bimoli.
- PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP): Perkebunan sawit dan karet.
4. Infrastruktur & Digital:
- PT Nusantara Infrastructure Tbk (META): Pengelola jalan tol.
- PT DCI Indonesia Tbk (DCII): Raksasa pusat data (data center) di Indonesia.
5. Energi & Pertambangan:
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Tambang emas dan tembaga besar.
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Raksasa batu bara (investasi bersama Grup Bakrie).
6. Otomotif & Keuangan:
Baca Juga : Pergerakan Saham BUMI: Dilepas Asing, Diborong Lokal, Proyeksi Masih Kuat?
- PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS): Distributor mobil Suzuki, Nissan, dsb.
- PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA): Lini bisnis perbankan.
Kekayaan dan Peringkat Orang Terkaya
Berdasarkan data terbaru dari Forbes (akhir 2025 hingga awal 2026), Anthoni Salim secara konsisten berada di jajaran teratas orang paling tajir di tanah air.
- Total Kekayaan: Diperkirakan mencapai USD 13,6 miliar hingga USD 16,8 miliar (sekitar Rp215 triliun - Rp278 triliun, tergantung fluktuasi harga saham).
- Peringkat: Ia saat ini menduduki posisi ke-5 orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Di skala global, namanya masuk dalam daftar 200 besar orang terkaya di dunia.
Kekuatan Anthoni Salim terletak pada diversifikasi. Ia tidak menaruh semua telur dalam satu keranjang. Dari piring makan kita (Indomie) hingga jalan yang kita lalui (tol), hampir semua aspek kehidupan masyarakat bersentuhan dengan gurita bisnisnya.
Baca Juga : Asing Mulai Kabur, Saham BUMI Kebakaran Harganya Udah Jeblok ke Rp 350-an



