Suara.com - Turnamen bulu tangkis bergengsi BWF India Open 2026 Super 750 tengah menjadi sorotan tajam komunitas internasional.
Alih-alih prestasi, ajang ini justru dibanjiri kritik pedas dari para pemain
top dunia terkait buruknya kondisi arena pertandingan, kebersihan lingkungan, hingga masalah polusi udara yang ekstrem di New Delhi.
Gelombang protes ini bahkan membuat beberapa pemain papan atas memilih mundur, sementara mereka yang tetap bertanding secara terbuka mengeluhkan fasilitas yang dianggap tidak memenuhi standar profesional.
Baca Juga : Tersingkir dari India Open 2026, Lanny Tria Mayasari dan Amallia Cahaya Pratiwi Resmi Berpisah
Salah satu isu paling krusial adalah kualitas udara di New Delhi yang berada pada level berbahaya.
Tunggal putra Denmark, Anders Antonsen, memilih mundur dari turnamen dan lebih memilih membayar denda sebesar 5.000 dolar AS daripada harus bertanding di lingkungan dengan polusi ekstrem.
"Menurut saya, ini bukan tempat yang layak untuk menyelenggarakan turnamen bulu tangkis," tulis Antonsen melalui media sosialnya.
Baca Juga : Jadwal India Open 2026 Hari Ini: 3 Wakil Indonesia Berjuang di Babak Perempat Final
Senada dengan itu, Loh Kean Yew dari Singapura mengakui mengalami gangguan pernapasan.
Ia menyebut stamina para pemain merosot tajam dibandingkan saat berlaga di Malaysia Open pekan lalu karena buruknya kualitas oksigen di New Delhi.
Lapangan Berdebu, Monyet dan Tahi Burung
Baca Juga : Viral Pesepeda Nekat Hadang Barisan Pemotor di Jalur Sepeda Sudirman, Sikap Petugas Bikin Salfok!
Isu kebersihan juga menjadi poin krusial. Pebulu tangkis Denmark, Mia Blichfeldt, menyebut kondisi arena latihan di Stadion KD Jadhav sangat berdebu dan tidak sehat bagi atlet.
Meski penyelenggara (BAI) membantah dan menyebut keluhan tersebut bersifat subjektif, fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda.
Pada laga putaran kedua antara HS Prannoy melawan Loh Kean Yew, pertandingan sempat dihentikan dua kali karena adanya kotoran burung yang jatuh tepat di tengah lapangan pertandingan utama.
Baca Juga : Satu-satunya Ganda Putra di India Open 2026, Sabar Karyaman Gutama Mohon Doa
Hal ini membantah klaim penyelenggara yang sebelumnya menjamin arena utama bebas dari gangguan unggas.
Selain itu, jagat maya dihebohkan dengan unggahan fotografer Azlynna Dewi dan pemain Korea Selatan, Kang Minhyuk, yang memperlihatkan seekor monyet masuk ke tribun penonton dan area latihan saat pertandingan sedang berlangsung.
Suhu Ekstrem dan Fasilitas Pemanasan
Baca Juga : Reza Pahlevi Soroti Kondisi Shuttlecock di India Open 2026
Masalah teknis lainnya adalah suhu di dalam stadion yang dianggap terlalu dingin oleh para pemain. Ratchanok Intanon (Thailand) dan Michelle Li (Kanada) mengeluhkan sulitnya melakukan pemanasan optimal karena udara yang membeku.
Para atlet terpaksa menggunakan pakaian berlapis-lapis hingga ke pinggir lapangan untuk menjaga suhu tubuh.
Menanggapi berbagai kritik tersebut, Sekretaris BAI Sanjay Mishra memberikan pembelaan. Ia menilai keluhan para pemain, khususnya dari Denmark, bersifat politis dan tidak mewakili perasaan seluruh peserta.
Baca Juga : Tersingkir dari India Open 2026, Lanny Tria Mayasari dan Amallia Cahaya Pratiwi Resmi Berpisah
"Polusi adalah sesuatu yang di luar kendali kami. Kami sudah berupaya maksimal menjaga kebersihan arena dari kotoran burung dan debu," ujar Mishra, dikutip via ESPN.
Ia juga menegaskan bahwa insiden monyet yang masuk ke stadion kemungkinan besar terjadi karena pintu yang tidak sengaja terbuka oleh staf.
Meskipun BAI mengaku telah mencoba mencari alternatif lokasi lain seperti Kochi, Pune, atau Guwahati, alasan operasional dan keterbatasan hotel membuat turnamen tetap dipaksakan digelar di New Delhi meskipun mendapat penolakan keras dari banyak atlet.
Baca Juga : Jadwal India Open 2026 Hari Ini: 3 Wakil Indonesia Berjuang di Babak Perempat Final



