Suara.com - Viral seorang netizen yang menunjukkan tagihan listrik bulanan untuk Januari 2026.
Dia mengaku kaget karena tagihan listriknya hanya Rp15.774 untuk pemakaian 42 kWh.
Curhatan akun itu kemudian
viral setelah diunggah akun Instagram Rumpi Gosip pada 31 Januari 2026.
Baca Juga : Viral! Detik-Detik Muazin Meninggal Dunia Usai Lantunkan Azan di Pangkalpinang
Ternyata itu mengundang curhatan netizen lain yang punya pengalaman serupa.
Tagihan listrik yang aneh ini kebanyakan endingnya mengagetkan karena berakhir tagihan membengkak.
Seorang netizen cerita pernah mendapatkan tagihan listrik di bawah Rp20 ribu. Namun tiba-tiba kena denda sampai Rp900 ribu.
Baca Juga : Jetour T2 Bensin atau Listrik? Fakta Spesifikasi di Balik Insiden Terbakar di Tol Jagorawi
Beberapa menyarankan orang itu untuk datang ke kantor PLN untuk menanyakan tagihan listrik tersebut, apakah memang benar atau ada kesalahan.
Kesalahan baca meteran
Ini skenario yang perlu diwaspadai jika petugas salah mencatat angka pada meteran menjadi lebih rendah dari aslinya sehingga tagihan lebih murah.
Baca Juga : Barat Lagi-Lagi Tuding Mobil Listrik China Jadi Alat Mata-Mata
Namun, hati-hati biasanya ini akan meledak atau diakumulasi di bulan depan saat angka meteran disesuaikan dengan kondisi aslinya.
Kesalahan baca meter itu manusiawi, tapi efeknya ke dompet memang bisa bikin kaget.
Meskipun sekarang PLN sudah mulai beralih ke meteran digital (prabayar) atau smart meter (AMI), bagi pengguna listrik pascabayar, petugas lapangan masih menjadi penentu utama.
Baca Juga : 5 Rekomendasi Kulkas Midea 2 Pintu, Hemat Listrik dan Kapasitas Besar
Berikut adalah beberapa alasan teknis dan non-teknis kenapa kesalahan tersebut bisa terjadi:
1. Akses ke Meteran Terhalang
Ini adalah penyebab paling umum. Petugas PLN seringkali kesulitan melihat angka di meteran.
Baca Juga : Minta Maaf Level Dewa, Pemain Voli Yuji Nishida 'Berseluncur' Usai Servis Kena Staf
2. Penggunaan Sistem Estimasi (Taksasi)
Jika petugas tidak bisa mengakses meteran seperti poin di atas), PLN biasanya menggunakan metode taksasi.
Mereka akan menghitung rata-rata pemakaian Anda selama 3 bulan terakhir sebagai angka tagihan sementara.
Baca Juga : Viral! Detik-Detik Muazin Meninggal Dunia Usai Lantunkan Azan di Pangkalpinang
3. Kondisi Fisik Meteran yang Buruk
Kaca penutup meteran yang sudah tua atau kusam membuat angka sulit dibaca dengan akurat.
Pada meteran analog (piringan), posisi angka terkadang berada di tengah-tengah (transisi), sehingga petugas salah membulatkan angka ke atas atau ke bawah.
Baca Juga : Jetour T2 Bensin atau Listrik? Fakta Spesifikasi di Balik Insiden Terbakar di Tol Jagorawi
4. Human Error (Kesalahan Manusia)
Petugas lapangan harus mengecek ratusan rumah setiap harinya dalam cuaca yang tidak menentu. Kesalahan sederhana bisa terjadi seperti typo atau tertukar dengan data tetangga.
Baca Juga : Barat Lagi-Lagi Tuding Mobil Listrik China Jadi Alat Mata-Mata



