Awal Mula Karir Gemilang
Perjalanan karier Jude Bellingham dimulai saat ia melakukan debutnya untuk Birmingham City pada usia 16 tahun 38 hari di Agustus 2019, menjadikannya pemain termuda dalam sejarah klub tersebut. Bakatnya
yang luar biasa terlihat jelas, dengan laporan pemandu bakat menyoroti fisik yang kuat, cara berlari yang anggun, dan etos kerja yang tinggi. Namun, yang paling memukau adalah kemampuan teknisnya dalam menguasai bola di bawah tekanan dan menemukan ruang di antara lini pertahanan. Rekomendasi awal dari pemandu bakat bahkan menyarankan agar klub Premier League segera merekrutnya, meminjamkannya kembali, dan memasukkannya ke dalam skuad senior dalam waktu 18 bulan. Meskipun demikian, Bellingham memilih jalan yang berbeda, pindah ke Borussia Dortmund seharga £20,7 juta, di mana klub lamanya bahkan memensiunkan nomor punggung 22 miliknya setelah hanya 44 penampilan.
Lompatan ke Panggung Internasional
Transisi Bellingham ke kancah internasional terjadi dengan cepat. Baru memainkan 11 pertandingan untuk Dortmund dan berusia 17 tahun, ia langsung dipanggil ke tim nasional senior Inggris. Debutnya terjadi sebagai pemain pengganti dalam kemenangan 3-0 melawan Republik Irlandia pada November 2020. Meskipun ada desakan agar ia menjadi pemain reguler, manajer Sir Gareth Southgate mengambil pendekatan yang hati-hati, membatasi penampilannya di Euro 2020. Namun, di Piala Dunia 2022 di Qatar, Bellingham tidak terbendung lagi, mencetak gol internasional senior pertamanya dalam kemenangan 6-2 melawan Iran. Perannya semakin sentral di Euro 2024, di mana ia menjadi andalan timnas Inggris.
Fenomena Real Madrid
Seiring dengan performa gemilangnya, Bellingham mengembangkan gaya bermain yang penuh percaya diri, menjadi ciri khasnya. Di Euro 2024, ia telah menjadi bagian dari Real Madrid selama hampir setahun, berkontribusi pada gelar La Liga dan Liga Champions klub tersebut dengan 19 gol. Dampaknya di lapangan tidak terbantahkan, termasuk gol salto penyeimbang di menit akhir babak 16 besar melawan Slovakia. Selebrasi ikoniknya, "who else?", menunjukkan kepercayaan diri yang meluap-luap, yang oleh sebagian pihak disebut sebagai 'sindrom karakter utama'.
Tantangan dan Kebangkitan
Menjelang Piala Dunia 2026, Bellingham menghadapi tantangan baru. Cedera, termasuk operasi bahu, memengaruhi penampilannya di Real Madrid, dan kariernya di timnas Inggris sempat meredup. Pernyataan kontroversial dari Thomas Tuchel sempat menimbulkan kehebohan, meskipun akhirnya meminta maaf. Laporan dari Spanyol bahkan menyebutkan bahwa Bellingham sendiri yang meminta untuk tidak dimasukkan dalam skuad demi fokus pada kebugaran. Namun, pertandingan pemanasan Piala Dunia dan laga awal turnamen membuktikan kebangkitannya. Gol-gol krusial dan penampilan solid di babak grup dan babak gugur menunjukkan bahwa ia kembali menjadi kekuatan dominan.
Kedewasaan di Panggung Dunia
Perkembangan Bellingham tidak hanya terlihat di lapangan, tetapi juga dalam sikapnya. Setelah memenangkan beberapa penghargaan pemain terbaik pertandingan di Piala Dunia 2026, ia menunjukkan kedewasaan dan kerendahan hati, memuji rekan setimnya dan lawan. Ia bahkan menyatakan lebih memilih memberikan assist daripada mencetak gol. Etos kerjanya yang luar biasa, ditambah kemampuannya beradaptasi dengan berbagai peran, menjadikannya elemen krusial dalam skuad Inggris. Meskipun baru berusia 23 tahun, Bellingham bersama Harry Kane dianggap sebagai megabintang yang sangat dibutuhkan tim, dengan potensi untuk terus mengukir sejarah di turnamen tersebut.











