Segera Lapor ke Bank
Jika Anda menyadari telah menjadi korban phising dan dana di rekening Anda terancam, langkah terpenting adalah segera menghubungi pusat bantuan bank Anda. Kecepatan bertindak sangat krusial karena dapat
menentukan apakah dana yang hilang masih bisa diselamatkan. Bank akan segera melakukan pemblokiran terhadap rekening atau transaksi mencurigakan untuk mencegah pelaku menarik dana tersebut. Dalam kasus di mana dana telah berpindah ke bank lain, bank Anda akan berkoordinasi dengan institusi terkait, termasuk melalui lembaga seperti Indonesia Anti-Scam Center (IASC) yang difasilitasi oleh OJK. Koordinasi antarbank ini memungkinkan pemblokiran dana secara efektif jika pelaporan dilakukan dengan sangat cepat, memanfaatkan kerjasama yang ada untuk memberantas kejahatan siber.
Tingkatkan Kewaspadaan Diri
Pelaku kejahatan siber, khususnya dalam modus phising dan social engineering, seringkali mengeksploitasi kerentanan manusia. Sistem keamanan perbankan umumnya sudah sangat kuat, namun celah termudah justru seringkali ditemukan pada sisi nasabah. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran akan keamanan siber menjadi sangat fundamental. Perbankan menerapkan strategi keamanan berlapis yang meliputi 'people', 'process', dan 'technology'. Fokus pada aspek 'people' atau sumber daya manusia sangat penting, karena individu seringkali menjadi titik terlemah dalam sistem. Pelatihan kesadaran keamanan secara rutin bagi seluruh karyawan, mulai dari staf hingga jajaran direksi, serta simulasi phishing berkala, sangat diperlukan untuk menguji dan memperkuat kewaspadaan mereka agar tidak sembarangan mengklik tautan atau memasukkan informasi sensitif.
Terapkan Standar Internasional
Institusi perbankan terkemuka secara konsisten menerapkan kerangka kerja keamanan siber yang diakui secara internasional untuk memastikan perlindungan maksimal bagi nasabah. Hal ini mencakup penerapan standar seperti NIST, yang meliputi lima tahapan krusial: identifikasi, proteksi, deteksi, respons, dan pemulihan. Selain itu, kepatuhan terhadap standar ISO untuk keamanan sistem informasi dan PCI DSS untuk keamanan transaksi pembayaran juga menjadi prioritas. Perlindungan data pribadi dan privasi nasabah juga diperkuat dengan standar ISO 27701. Untuk mendukung pengawasan yang berkelanjutan, sebuah Security Monitoring Center yang beroperasi 24 jam penuh sangat vital. Pusat pemantauan keamanan ini, sering disebut Security Operation Center (SOC), bekerja secara bergantian untuk memantau seluruh jaringan secara real-time, memastikan setiap aktivitas berjalan normal, dan mendeteksi potensi ancaman siber sejak dini.



